Sekolah Disiplin, Siswa Berkarakter, Semangat Baru dari Rapat Koordinasi Wali Kelas & Petugas Piket SMK PGRI 1 Surabaya
Skagrisa — Rabu, 12 November 2025. Suasana siang itu terasa berbeda di ruang rapat SMK PGRI 1 Surabaya. Para wali kelas dan petugas piket duduk dalam satu di ruang perpustakaan, menyatukan langkah untuk menjalankan misi besar yakni membangun generasi disiplin dan berkarakter. Rapat koordinasi Tahun Pelajaran 2025/2026 ini dibuka dengan bacaan Basmalah yang dipimpin oleh Ibu Yayuk, M.Pd., menjadi penanda dimulainya ikhtiar kolektif seluruh pendidik menjaga ritme pendidikan di sekolah.
Dalam arahannya, bapak Kustiono, ST., MM., Kepala SMK PGRI 1 Surabaya menegaskan kembali pentingnya kehadiran wali kelas sebagai garda terdepan memantau perkembangan peserta didik. Dengan suara tenang namun penuh tekad, beliau menyampaikan bahwa dalam empat bulan berjalan, wali kelas seharusnya telah memahami dinamika kelas, terutama mendeteksi siswa yang mulai bermasalah—khususnya dalam hal kehadiran.
“Motivasi tidak hanya diberikan di awal jam pelajaran, tetapi juga setelah pembelajaran agar siswa kerasan dan semangat kembali ke sekolah. Kita ingin seluruh siswa lulus seratus persen,” pesan beliau.
Tidak hanya wali kelas, petugas piket juga memegang peranan penting. Petugas piket diwajibkan hadir 30 menit sebelum jam masuk dan tetap siaga hingga pukul 17.30. Di balik instruksi tersebut, ada satu harapan besar yaitu kedisiplinan menjadi identitas kuat SMK PGRI 1 Surabaya.
Sesi berikutnya diisi dengan pengarahan dari bapak Supriyadi, SS., Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum. Beliau menjelaskan bahwa sekolah kita di bawah payung Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning, sekolah mendorong pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan.
Penekanan juga diberikan pada penyusunan Soal TKA berbasis literasi dan numerasi, yang mendorong siswa berpikir kritis. Aplikasi pembelajaran digital seperti PMM, Kelas Pintar, dan Jurnal kelas menjadi sorotan untuk dioptimalkan.
“Jurnal banyak yang masih kosong. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi rekam jejak pembelajaran yang sangat penting,” ujar Waka Kurikulum dengan nada mengajak, bukan menggurui.
Pengarahan teknis mengenai E-Rapor dibawakan oleh Bapak Dwi Ariyadi ST. MM. Versi terbaru saat ini masih memerlukan sinkronisasi penuh dengan Dapodik, sehingga penambahan guru tidak bisa dilakukan secara manual. Pelatihan lebih lanjut akan dijadwalkan di kemudian hari — menandai bahwa sekolah terus bergerak menuju tata kelola digital yang semakin modern. Memudahkan para guru untuk mengisi e Rapor yang efektif dan efisien.
Kolaborasi untuk Masa Depan Siswa
Sesi masukan dan saran menjadi ruang diskusi hangat. Bapak Swista Fiadi, S.Pd., Waka Humas mengawalinya dengan seruan berikut
“SMK PGRI 1 Surabaya sebagai Surga Dunia” terucap sebagai simbol bahwa sekolah ingin menjadi tempat ternyaman untuk dibanding sekolah lain yang ada di Surabaya bahkan sedunia.
Selanjutnya beliau memaparkan informasi terkait SPMB, daftar ulang, dan kesiapan siswa menghadapi PKL formasi empat bulan.
Waka Kesiswaan Ibu Ratnaningsih Sri Wulandari SE., S.Pd., menyoroti pembinaan karakter: dokumentasi saat pembinaan, pemanggilan orang tua setelah 3 hari ketidakhadiran berturut-turut, hingga penegasan pentingnya adab dan sopan santun siswa kepada guru.
Dari bidang kejuruan, Kakomli TSM mengingatkan pentingnya komunikasi tiga arah antara wali kelas, BK, dan orang tua. Pendekatan humanis tetap diutamakan, namun ketegasan tetap menjadi koridor utama. Pernyataan Ibu Ratna menutup sesi dengan lugas.
“Lihat peta kelas. Kelompokkan siswa rawan. Panggil orang tua. Amati lagi. Jika pola pelanggaran berulang—sekolah mempersilakan untuk mengundurkan diri. Kita mendidik, bukan membiarkan.”
Rapat berakhir dengan bacaan Hamdalah. Para guru keluar ruangan bukan hanya membawa catatan, tetapi juga membawa sebuah kesadaran bersama: pendidikan bukan sekadar mengajar, tetapi mengawal tumbuhnya karakter, perilaku, dan masa depan siswa.
Dengan kerja sama antara wali kelas, petugas piket, koordinator ketertiban, humas, kurikulum, dan seluruh guru, SMK PGRI 1 Surabaya memperkuat langkah menuju sekolah yang bukan hanya cerdas akademik, tetapi juga unggul dalam kedisiplinan dan akhlak.
Ditulis oleh:
Masyrofinazi Fuadi, S.Pd. — Notulen Rapat
