19 Juli 2024

KEGIATAN 2

5 R Budaya Kerja (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin)

Tujuan

Melalui Tema Kebekerjaan Dengan Sub Tema 5 R. Peserta Didik mampu mengetahui budaya kerja melalui kompetensi literasi digital untuk mendukung kegiatan usaha/pekerjaannya. 

Dimensi Profil Pelajar Pancasila 

Gotong Royong, Bernalar Kritis 

5 R Budaya Kerja (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin)

5R atau 5S adalah prosedur bagi setiap karyawan atau pekerja agar menjaga tempat kerjanya dengan baik. Apabila tempat kerja rapi, bersih, dan enak dipandang, baik individu maupun kelompok dapat bekerja dengan mudah dan efektif. Dengan kata lain, sasaran pokok industri lebih mudah dicapai seperti efisiensi, produktivitas, kualitas dan keselamatan kerja. Seseorang melaksanakan 5 R adalah untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektivitas yang sangat tinggi. Efisiensi sangat berhubungan dengan biaya (cost) sedangkan efektif sangat berhubungan dengan waktu.

5 S atau di Indonesia dikenal dengan 5 R merupakan singkatan yang isinya adalah :

  1. SEIRI/Ringkas, merupakan kegiatan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja hanya barang yang benar-benar dibutuhkan dalam aktivitas kerja

2. SEITON/Rapi, segala sesuatu harus diletakkan sesuai posisi yang ditetapkan sehingga siap digunakan pada saat diperlukan

3. SEISO/Resik, merupakan kegiatan membersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik

4. SEIKETSU/Rawat, merupakan kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi tahap sebelumnya (3 S/ 3 R)

5. SHITSUKE/Rajin, pemeliharaan kedisiplinan pribadi masing-masing pekerja dalam menjalankan seluruh tahapan 5S/ 5R


RINGKAS

Pertama Ringkas, prinsip ringkas adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yangtidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpannya supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi perusahaan.

Manfaat apa yang didapat dalam penerapan ringkas?

  1. Mengetahui jumlah fisik barang yang terdapat di lingkungan kerja
  2. Dengan melakukan aktifitas ringkas secara tidak langsung seseorang atau karyawan akan selalu melakukan cek dan ricek akan barang-barang yang ada di lingkungan kerja. Hal ini juga dapat digunakan sebagai acuan dalam permintaan barang dan meminimalisir kehilangan atau kerusakan akan suatu barang.
  3. Tidak ada barang yang berlebihan di tempat kerja Pemilahan terhadap barang yang diperlukan dan tidak diperlukan dapat menimbulkan dampak positif bagi karyawan di lingkungan kerjanya dimana seseorang rutin melakukan pemilahan dan tidak adanya penumpukan barang yang tidak diperlukan lagi di area kerja

Langkah mudah dalam menerapkan ringkas

  1. Daftar barang dan jumlahnya Karyawan memastikan ketersediaan barang-barang yang terdapat di area kerja. Hal tersebut dimaksudkan agar karyawan ikut menjaga atau peduli terhadap barang-barang yang ada di area kerja. Selain itu karyawan dapat mengetahui stock dan memiliki perencanaan dalam pengajuan permintaan terhadap barang yang dapat membantu proses kerja
  2. Pemberian tanda khusus dengan kriteria pemilahan Tanda yang dimaksudkan adalah dengan dua kategori diperlukan dan tidak diperlukan. Untuk barang-barang yang diperlukan diberi tanda warna hijau dan untuk barang-barang yang tidak diperlukan diberi tanda merah. Barang yang telah diberi tanda merah dapat disingkirkan atau dimusnahkan, sedangkan barang dengan tanda hijau dapat disimpan pada tempat yang telah disediakan.
  3. Pembuatan jadwal ringkas Jadwal rutinitas ringkas membuat karyawan berpartisipasi di lingkungan kerjanya serta menjadikan karyawan lebih peduli tempat kerja.

RAPI

Kedua rapi, Prinsip rapi adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat waktu dalam memperoleh barang tersebut.

Manfaat apa yang diperoleh dalam penerapan rapi?

1.Lingkungan kerja menjadi tertata

Sebagai industri pangan sangat diperlukan lingkungan yang tertata hal ini membuat lingkungan menjadi lebih indah dilihat dan menimbulkan rasa nyaman bagi karyawan yang terdapat di dalamnya.

2. Terciptanya kemudahan, kecepatan, dan ketepatan pengambilan barang ketika diperlukan Dengan adanya pemberian label pada masing-masing alat maupun lokasi memudahkan seseorang dalam mengenali dan mempermudah dalam mencari apabila barang tersebut diperlukan dalam proses kerja.

Tujuan kegiatan ini untuk memudahkan menemukan barang yang dibutuhkan dengan cepat sehingga pekerjaan menjadi efisien. Mengelompokan jenis barang, menentukan tempat penyimpan dan memberikan tanda pengenal agar memudahkan untuk mencari. Pekerja diharapkan selalu menyimpan alat atau peralatan pada tempat yang sudah ditentukan agar area kerja selalu rapih.

 

RESIK

Ketiga resik, Prinsip resik yaitu kegiatan membersihkan peralatan dan area kerja sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik. selain itu, resik termasuk ke dalam kegiatan menyapu lantai, menyeka/mengelap mesin, dan menjaganya tetap bersih dan rapi.

Tujuan

  1. Menciptakan tempat kerja agar selalu bersih dan terang
  2. Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman
  3. Mencegah perlengkapan kerja supaya tidak cepat rusak
  4. Dampak bila tempat kerja kotor atau kumuh?
  5. Malas melakukan aktivitas kerja
  6. Sulit melakukan pemeriksaan mesin dan peralatan Mesin dan peralatan kurang terpelihara.
  7. Berpotensi menimbulkan gangguan dan keselamatan kerja.
  8. Gangguan kualitas produk
  9. Gangguan produksi


contoh kegiatan resik:

  1. Penentuan prosedur pembersihan tiap area atau peralatan
  2. Penyediaan alat kebersihan
  3. Pembuatan jadwal piket petugas kebersihan
  4. Penyimpanan alat kebersihan
  5. Pengecekan area secara berkala

  6. RAWAT

Keempat rawat, Prinsip rawat merupakan tahapan ke empat setelah Ringkas, Rapih Resik. Kegiatan memelihara tempat kerja, fasilitas kerja .agar ditempat kerja selalu terjaga kebersihan, kerapian dan keteraturan secara konsisten.Tujuan agar bekerja sesuai dengan standar atau peraturan di tempat kerja Sehingga meningkatkan efisiensi kerja. Pada tahapan ini setiap orang dapat memperoleh informasi yang dibutuhkannya di tempat kerja tepat waktu.

Tujuan

  1. Terjaganya lingkungan dalam kondisi tetap baik
  2. Menjaga agar alat kerja selalu siap pakai
  3. Menjaga mutu hasil kerja
  4. Mencegah pekerjaan sia-sia terus terbuang
  5. Lima langkah menuju rawat.
  6. Penetuan butir kendali
  7. Penetapan kondisi tidak wajar
  8. Menetapkan mekanisme pantau
  9. Tindak lanjut penyimpangan
  10. Pemeriksaan berkala

Contoh aktivitas dari Rawat:

Memberikan kode warna pada barang dan perkakas yang menjadi inventor area tertentu. Misalnya merah untuk area produksi, kuning untuk area perakitan, dan hijau untuk area pengemasan.

Membuat standar cara kerja untuk mempertahankan kebersihan dan kerapian.

Melakukan evaluasi berkala berdasarkan checklist yang dibuat.

Melakukan pemeriksaan dengan membuat form checklist terhadap 3S dan melatih karyawan bagaimana melakukannya.


RAJIN

Kelima rajin, prinsip rajin yaitu sebuah proses kerja yang dilakukan tidak akan menimbulkan kotor, dan jika menghasilkan kotoran maka dengan cepat akan dibersihkan jika aturan untuk penempatan barang akan tepiga dengan baik. Kepatuhan pada aturan di tempat kerja dapat ditingkatkan. Dengan aktivitas harian dan budaya dalan bekerja maka disiplin akan tegak.

Empat langkah menuju rajin:

1. Penetapan target bersama

2. Teladan dari atasan

3. Pembinaan hubungan karyawan

4. Kesempatan karyawan belajar bagi karyawan

Contoh aktivitas dari Rajin:

  1. Saling mengingatkan sesama Karyawan
  2. Mengkampanyekan metode 5R
  3. Memasang Poster 5R
  4. Mengadakan pelatihan 5R untuk Karyawan Baru
  5. Memberikan penghargaan kepada karyawan terbaik yang konsisten menerapkan tahapan 5R.
  6. Refreshment 5R untuk karyawan lama.
  7. Merumuskan audit atau evalusi

Ciri khas aktivitas dari rajin:

  1. Pembersihan bersama.
  2. Waktu Latihan.
  3. Praktek Memungut barang.
  4. Mengenakan sepatu pengaman.
  5. Manajemen ruangan umum.
  6. Label Voltase, Batas
  7. Praktek penanganan keadaan darurat.
  8. Tanggung jawab individu.
  9. Menelfon dan berkomunikasi

Manual 5S.

Setelah melihat baru percaya.

Mendisiplinkan diri untuk melakukan 4 hal di atas (Seiri, Seiton,

Seiso, Seiketsu)

 

https://iso-hoankiem.gov.vn/qlqtmedia/?login=pulsa88 https://iso-hoankiem.gov.vn/qlqtmedia/?login=mpoid https://smkpgri1surabaya.sch.id/ppdb/vendor/?ppdb=tron4d