Khidmat di Bawah Mentari Pagi, Semangat Hardiknas Menggema di SMK PGRI 1 Surabaya
Skagrisa. Senin pagi, 4 Mei 2026, halaman SMK PGRI 1 Surabaya dipenuhi barisan rapi siswa berseragam. Mentari yang baru naik seolah ikut menyaksikan kekhidmatan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Suasana tenang, namun sarat semangat, menyelimuti seluruh peserta upacara.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala SMK PGRI 1 Surabaya sebagai pembina.
Sebelum upacara dimulai, pasukan disiapkan oleh Bapak Sunaryo, S.Pd., yang dengan sigap memastikan seluruh peserta berada dalam formasi terbaiknya. Kemudian dari awal hingga akhir, kegiatan berjalan lancar, dipandu oleh protokol, Muhammad Rizky Pratama dari kelas X TSM 3, yang membawakan susunan acara dengan suara tegas dan jelas.
Sosok pemimpin upacara, Bagas Alvian dari X TPM 1, tampil penuh percaya diri, memimpin jalannya upacara dengan komando yang mantap. Sementara Karsono Rizqi Saputra dari X TSM 3 bertugas sebagai pembawa amanat dengan penuh tanggung jawab.
Momen sakral pengibaran bendera Merah Putih menjadi pusat perhatian. Tiga siswa terpilih, Mochamad Daniyal Arshaq (X TITL 2), M. Raffi Syahputra (X TPM 1), dan Vino Maulana Wijaya (X TITL 1), menjalankan tugas dengan penuh kehormatan. Bendera Merah Putih perlahan naik, diiringi lagu kebangsaan yang dinyanyikan dengan khidmat oleh seluruh peserta.
Keheningan semakin terasa saat “Mengheningkan Cipta” dipimpin oleh bapak Kustiono, ST.MM, membawa setiap peserta larut dalam doa dan refleksi atas jasa para pahlawan pendidikan.
Dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh M. Aiman Fahri (X TPM 2) yang lantang dan penuh penghayatan, serta doa yang dipimpin oleh Abraham Umar Munip (X TPM 2).
Puncak upacara adalah amanat pembina yang disampaikan oleh Bapak Kustiono, S.T., M.M. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan pidato Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya pendidikan sebagai proses membangun karakter, memperkuat iman, serta mencetak generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.
Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses memanusiakan manusia—membangun watak bangsa yang kuat dan berdaya saing. Pendidikan diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat.
Semangat Hardiknas terasa semakin hidup ketika ajakan untuk terus bekerja keras dalam memajukan pendidikan digaungkan. Seluruh peserta upacara tampak menyimak dengan penuh perhatian, seakan menyerap setiap pesan yang disampaikan.
Upacara pagi itu bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan refleksi bersama tentang pentingnya pendidikan dalam kehidupan. Di halaman sekolah itu, harapan-harapan masa depan bangsa seolah tumbuh—dari barisan siswa yang berdiri tegak, dari guru yang mengabdi tanpa lelah, dan dari semangat yang tak pernah padam untuk terus belajar dan menjadi lebih baik.
Hardiknas di SMK PGRI 1 Surabaya tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jalan panjang yang harus ditempuh bersama—dengan tekad, kerja keras, dan doa.
Ditulis oleh: Tim Humas Skagrisa
