Skagrisa Gelar Istighosah Menyambut Ujian Bersama H. Gus Arif Khunaifi
Skagrisa – Udara pagi Sabtu, 4 April 2026, terasa begitu istimewa di lingkungan SMK PGRI 1 Surabaya. Di bawah naungan pepohonan hijau yang rimbun, angin berhembus lembut membawa kesegaran yang seolah menyapu segala kepenatan. Namun, ketenangan sejati justru terhampar di dalam Aula Mushola sekolah. Di sana, lantunan ayat suci Al-Quran bergema damai, meresap dalam qolbu ratusan siswa yang bersiap menghadapi momen penting dalam hidup mereka yakni ujian sekolah.
Pukul 07.30 WIB, kegiatan bertajuk “Istighosah dan Doa Bersama Menjelang Ujian” resmi dimulai. Suasana hening seketika pecah oleh suara merdu murid-murid yang melantunkan surat-surat pendek, menjadi pembuka spiritual sebelum masuk ke inti acara. Bu Yayuk, M.Pd., dengan khidmat memimpin pembacaan Surat Al-Fatihah bersama, mengundang seluruh hadirin untuk menautkan hati kepada Sang Pencipta.

Dalam sambutannya, Kepala SMK PGRI 1 Surabaya, Bapak Kustiono, ST., MM., menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Ini adalah bentuk ikhtiar batin kita, menyambut dan mempersiapkan diri menghadapi ujian dengan cara terbaik, yaitu berdoa bersama melalui istighosah,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Bapak Kustiono menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual, melainkan upaya konkret meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. “Semoga semua nanti menjadi orang-orang sukses dunia akhirat, dan kelak dapat masuk Surganya Allah bersama Rasulullah SAW,” doanya.
Di tengah suasana haru tersebut, ada kabar gembira yang turut memantik semangat. Sekolah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tiga siswa berprestasi yang telah lebih dulu diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur SNBP. Dari 35 siswa yang mendaftar, tiga nama tercatat emas:
1. Alexsandro (TITL), diterima di Jurusan Teknik Listrik, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
2. M. Irfan (TITL), diterima di Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).
3. Edgar Rafif (TPM), diterima di Jurusan Teknik Mesin Unesa.
“Semoga kalian mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki, dan menjadi teladan bagi adik-adik kelas,” pesan Bapak Kustiono. Ia juga menambahkan doa agar seluruh siswa diberikan kemudahan dalam menghadapi PSAJ, PAT, dan ujian lainnya, dengan target kelulusan 100 persen. “Mari kita dalam acara istighosah ini berdoa secara sungguh-sungguh, semoga doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT.”

Acara kemudian memasuki puncaknya saat H. Gus Arif Khunaifi, SS., Pengasuh Ma’had Ibadurrahman Balongbendo, Sidoarjo, naik ke mimbar untuk memimpin istighosah. Dengan wibawa seorang kyai muda, beliau mengawali sesi suci tersebut dengan bacaan Al-Fatihah dan istighfar tiga kali, diikuti lafaz yang menyentuh hati: “Astaghfirullah robbal baroya, astaghfirullah minal khotoya, robbi zidni ilman nafia, wawafiqni amalan soliha.”

Dalam tausiyahnya, H. Gus Arif memberikan motivasi yang membakar semangat juang para siswa. “Kalian harus betul-betul yakin. Apa yang kita lakukan hari ini, sholat Dhuha dan istighosah ini, insyaallah dikabulkan oleh Allah,” tegasnya.
Beliau menceritakan keutamaan bacaan istighosah yang diamalkan oleh para pendahulu, khususnya Mbah Yai Kholil Bangkalan dan KH. Hasyim Asy’ari. “Membaca teks ini dengan keyakinan penuh, Insyaallah hajat kita dikabulkan. Kita diberikan kesuksesan dan keberkahan setelah lulus nanti,” imbuhnya.

Gus Arif juga memberikan tips praktis namun sarat makna spiritual bagi para siswa saat menghadapi soal ujian. “Setiap kali akan menjawab soal, bacalah sholawat satu kali dalam hati dan yakinkan diri. Tidak perlu tengok kanan-kiri (mencontek), karena rezeki dan jawaban sudah ditata oleh Allah.”

Sebelum menutup acara, beliau berpesan agar siswa tidak lupa meminta restu orang tua, menjaga wudhu sejak dari rumah atau memperbaruinya di sekolah, serta melaksanakan sholat Dhuha dua rakaat. “Jangan lupa mendoakan dan meminta doa restu kepada Bapak/Ibu guru. Semoga diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan,” pungkasnya.

Pukul 09.30 WIB, kegiatan berakhir dengan suasana hati yang jauh lebih ringan dan penuh harapan. Para siswa meninggalkan Aula Mushola bukan hanya dengan bekal ilmu, tetapi juga dengan ketenangan jiwa, siap menghadapi tantangan ujian dengan senyuman dan tawakkal. Sebuah pagi yang indah di SMK PGRI 1 Surabaya, di mana doa dan usaha bertemu dalam harmoni iman.
