Deru mesin dan ketelitian gambar desain menjadi dunia yang akrab bagi siswa Jurusan Teknik Pemesinan (TPm) Skagrisa. Di balik keberhasilan meraih Juara 3 Nasional pada ajang Manufacturing Engineering Design (ME.CAD) yang diselenggarakan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, tersimpan kisah perjuangan, kegagalan, hingga semangat untuk terus bangkit.
Prestasi itu diraih pada Sabtu, 23 Mei 2026, melalui kerja keras tim yang terdiri atas Ahmad Surya Al Afrah dan Dhavi Rahmat dari XI TPm 1, serta Ahmad Reza dan Irvan Elang dari XI TPm 2. Mereka tampil pada mata lomba gambar desain manufaktur atau MEDAD di bawah bimbingan Bapak Andi Wijaya, M.Pd.
Keberhasilan tersebut bukan datang secara instan. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Rabu, 20 Mei 2026, tim TPm Skagrisa juga mengikuti lomba gambar desain CAM di Universitas Gadjah Mada. Saat itu, yang tampil adalah Dhavi Rahmat dari XI TPm 1 bersama Ahmad Reza dan Irvan Elang dari XI TPm 2.
Mereka sempat melewati babak penyisihan dengan baik. Namun langkah mereka harus terhenti tanpa membawa gelar juara. Persaingan yang dihadapi bukanlah lawan biasa. Hampir seluruh peserta merupakan jawara-jawara tingkat provinsi yang sudah berpengalaman di bidang desain manufaktur dan teknik pemesinan.
Alih-alih patah semangat, pengalaman di Jogja justru menjadi bahan evaluasi sekaligus pelecut motivasi. Para siswa mulai memahami bahwa kompetisi nasional bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga mental bertanding, ketelitian, dan kerja sama tim.
Menariknya, pada ajang di UGM tersebut nama Ahmad Surya Al Afrah sengaja tidak diikutkan. Banyak yang bertanya mengapa siswa yang dikenal memiliki kemampuan desain kuat itu tidak dilibatkan. Rupanya, Surya tengah mengerjakan proyek di luar sekolah, yakni membantu perancangan galangan kapal baru di Samarinda. Pengalaman nyata di dunia industri itulah yang kemudian menjadi nilai tambah ketika dirinya turun pada ajang MEDAD di PPNS ITS.
Keikutsertaan Surya pada lomba nasional di Surabaya membawa energi baru bagi tim TPm Skagrisa. Pengalaman lapangan dipadukan dengan kemampuan desain dan kekompakan tim membuat mereka tampil lebih percaya diri dan matang.
Hasilnya, nama TPm Skagrisa berhasil bersaing di tingkat nasional dan membawa pulang Juara 3 Nasional. Sebuah capaian yang membanggakan, bukan hanya bagi jurusan, tetapi juga bagi sekolah dan dunia pendidikan vokasi.
Bimbingan Bapak Andi Wijaya, M.Pd. juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Dengan pendampingan intensif, latihan disiplin, dan evaluasi berkelanjutan, para siswa mampu menunjukkan kualitas terbaik mereka di tengah persaingan ketat antar sekolah dan institusi unggulan dari berbagai daerah.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Dari Jogja tanpa gelar, menuju Surabaya membawa kemenangan. TPm Skagrisa telah menunjukkan bahwa kerja keras, pengalaman, dan semangat belajar mampu mengantarkan siswa vokasi bersaing di tingkat nasional.

Üsküdar Zemin Altı Su Kaçağı Tespiti Cihazlı Üsküdar su kaçağı tespiti hizmetinden memnun kaldım. https://smartdoersacademy.com
Luar biasa tetap sangat