Bekali PKL Gelombang 2; Siswa Kelas XI SMK PGRI 1 Surabaya
Suasana Hall Mushola SMK PGRI 1 Surabaya pada Kamis, 23 April 2026, tampak berbeda dari biasanya. Usai menyelesaikan ujian Sumatif Tengah Semester (STS) Kejuruan, seluruh siswa kelas XI berkumpul dalam satu forum penting yakni pengarahan Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang kedua. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan titik awal perjalanan siswa menuju dunia kerja yang sesungguhnya.

Dalam arahannya, bapak Swista Fiadi, S.Pd menegaskan bahwa PKL merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang harus dijalani siswa. Ia menyebut PKL sebagai “jawaban dari sebuah perjalanan”, yakni fase di mana siswa akan belajar langsung pada bidang yang telah mereka pilih. Pelaksanaan PKL sendiri dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai awal Mei hingga 30 Agustus 2026.
“PKL bukan kegiatan yang bisa dijalani setengah-setengah. Ini harus tuntas, terstruktur, dan sesuai ketentuan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar siswa yang belum mendapatkan tempat PKL segera berkoordinasi dengan wali kelas atau pihak sekolah, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik.

Sementara itu, bapak Supriyadi, SS., dalam sambutannya memberikan penekanan yang lebih luas. Ia mengingatkan bahwa dalam kurikulum terbaru, PKL telah menjadi bagian dari mata pelajaran yang memiliki nilai akademik. Artinya, keberhasilan atau kegagalan dalam PKL akan sangat memengaruhi kelulusan dan kenaikan kelas siswa.
“Kalau sampai PKL terhenti di tengah jalan, maka nilainya tidak ada. Dan itu akan menjadi pertimbangan serius dalam rapat kenaikan kelas,” ujarnya.
Namun lebih dari sekadar nilai, bapak Supriyadi mengajak siswa melihat PKL sebagai peluang emas untuk membuka pintu karier di masa depan. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap, etos kerja, dan kesan positif selama berada di tempat magang.
“Kalau kalian menunjukkan kinerja yang baik, perusahaan pasti akan melihat potensi kalian. Itu bisa menjadi jalan untuk direkrut setelah lulus,” jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa dunia kerja saling terhubung, sehingga reputasi atau track record menjadi hal yang sangat menentukan.
Pengarahan ini semakin lengkap dengan sentuhan nilai spiritual yang disampaikan oleh ibu Yayuk, M.Pd. Beliau mengingatkan siswa agar tidak melupakan kewajiban ibadah selama menjalani PKL. Selain itu, siswa juga diminta untuk selalu berpamitan kepada orang tua, memohon doa restu, serta menjaga kejujuran, kedisiplinan, dan integritas di tempat kerja.
“Jangan sampai meninggalkan sholat, tetap jujur, disiplin, dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan, seperti mencuri,” pesannya dengan tegas.
Melalui pengarahan ini, siswa tidak hanya dibekali pemahaman teknis tentang PKL, tetapi juga nilai-nilai karakter dan kesiapan mental. PKL bukan sekadar kewajiban, melainkan momentum pembuktian diri—bahwa siswa SMK siap melangkah dari dunia sekolah menuju dunia profesional dengan bekal kompetensi, sikap, dan integritas.
_Tim Humas Skagrisa_

Video viral mesum pelajar terbaru: jav uncensored
https://shorturl.fm/y6pj1