Pelaksanaan ujian PAT(XII) dan STS (X dan XI)
Di bawah langit pagi Kota Surabaya yang mulai hangat, suasana di SMK PGRI 1 Surabaya terasa berbeda. Senin hingga Kamis, 20–24 April 2026, menjadi momentum penting: kelas XII menjalani Penilaian Akhir Tahun (PAT), sementara kelas X dan XI melaksanakan Sumatif Tengah Semester (STS) mata pelajaran kejuruan.
Sejak pagi, ritme ujian berjalan tertib. Siswa kelas XII memulai hari dengan penuh kesiapan—sesuai jadwal yang telah diinformasikan mapel yang diujikan Matematika dan PPKN di hari pertama, dilanjutkan Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris, kemudian Pendidikan Agama/PAK dan Bahasa Indonesia, hingga ditutup dengan KIK dan Teori Kejuruan. Setiap sesi berlangsung satu jam, menciptakan suasana yang fokus namun tetap terukur.
Di sisi lain, kelas X dan XI menghadapi ujian kejuruan yang menuntut ketelitian dan pemahaman praktik. Kelas X mengawali dengan Dasar-dasar Kejuruan 1 dan 2 pada siang hari, sebelum beralih ke pembelajaran daring di hari berikutnya. Kelas XI menjalani ujian lebih variatif, termasuk dua sesi dalam satu hari, mencerminkan kompleksitas kompetensi yang mereka pelajari.
Menariknya, pelaksanaan ujian tahun ini memadukan sistem digital dan konvensional secara seimbang. Soal pilihan ganda dikerjakan melalui aplikasi Exam, memungkinkan proses koreksi yang cepat dan efisien. Sementara itu, untuk soal uraian, siswa tetap menggunakan lembar jawaban kertas (paper), menjaga aspek analisis dan penalaran tertulis secara langsung.

Khusus bagi siswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), terdapat penyesuaian. Mereka tetap mengikuti ujian, namun untuk soal uraian menggunakan platform Google Forms. Skema ini memberi fleksibilitas tanpa mengurangi esensi penilaian, sekaligus memastikan seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang setara.
Di balik kelancaran pelaksanaan, tim panitia bekerja dengan koordinasi yang solid. Ketua ujian, bapak Rachmat Utomo, M. Pd., mengawal jalannya kegiatan dengan disiplin. Administrasi ditangani rapi oleh sekretaris,Ibu Titiksari, S.Pd. Dari sisi teknis, proktor server bapak Dwi Ariyadi, ST., MM., memastikan sistem digital berjalan stabil.
Peran teknisi pun tak kalah penting, bapak Sunaryo, S.Pd., Andri Woyono, S.Pd., M. Abd. Rahim, M.Pd., dan bapak Masyrofinazi Fauzi, S.Pd., sigap mengatasi kendala di lapangan—dari jaringan hingga perangkat ujian. Kesiapan ini membuat pelaksanaan ujian berlangsung minim hambatan.
Lebih dari sekadar evaluasi, pelaksanaan PAT dan STS tahun ini mencerminkan adaptasi pendidikan terhadap perkembangan teknologi. Perpaduan aplikasi digital, lembar jawaban manual, dan platform daring menjadi bukti bahwa proses belajar tidak lagi terpaku pada satu metode.
Di setiap ruang ujian, di balik layar perangkat, hingga di lokasi PKL, tersirat semangat yang sama yakni menyelesaikan proses pembelajaran dengan tanggung jawab dan integritas. Dan ketika rangkaian ujian berakhir, yang tersisa bukan hanya nilai—melainkan pengalaman belajar yang semakin mematangkan langkah siswa menuju masa depan.
