Anak Didik SMK PGRI 1 Surabaya
Belum Lulus Sudah Diterima Kerja Perusahaan,
Begini Yang Diterapkan

Berbagai keunggulan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 1 bertempat di Jalan Jemursari VIII, Blok N – O, No. 120 Surabaya, para siswa-siswi setelah kelulusan dapat langsung bekerja tanpa harus menunggu menganggur lama.

Seperti halnya, dilakukan siswa SMK PGRI 1 Surabaya, Fachrun Nur Rosyid kelas XII kejuruan TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif) 1 ini. Meskipun, belum lulus sekolah, tapi sudah diterima mendapat panggilan kerja pada sebuah perusahaan bengkel yang saat itu sebelumnya penempatan magang.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK PGRI 1 Surabaya Dra. Dwitanti Nuzululliana, M.M., melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kehumasan SMK PGRI 1 Surabaya Kustiono, ST., M.M., membenarkan jika anak didiknya belum lulus sekolah, namun sudah mendapatkan panggilan kerja ketika magang pada perusahaan bengkel.

“Kelebihan tahun ini, khususnya guru produktif kejuruan TKRO saat mengajar menerapkan karakter dan kedisiplinan kepada siswa dalam pembelajaran. Maka, hasil itu telah menuai mereka anak-anak berjalan maksimal,” kata Kustiono, S.T., M.M., saat diwawancarai faktaindonesia.co.id, Sabtu (26/3/2022).

Dia berharap, bagi siswa sebelum pemberangkatan magang pada tempat perusahaan selalu diberikan saran agar tetap menjaga sikap diri sendiri, sekaligus orang sekitar lingkungan tempat perusahaan tersebut.

“Kita selalu sarankan kepada murid saat magang selalu menjaga karakter, baik kepada teman, pimpinan, dan karyawan perusahaan,” pesan Kustiono.

Yang Belum Subscribe, Follow dan Like Facebook TKRO Silahkan Klik di Bawah ini

Setiap murid magang, Kustiono bilang, telah dilakukan peninjauan para guru ke tempat perusahaan. Hal ini bertujuan akan mengetahui keadaan, dan lebih dekat terhadap masing-masing murid.

“Kita selalu tanyakan apa kendala saat anak-anak magang itu. Sehingga, nantinya selepas magang, siswa tanpa sengaja oleh pihak industri akan menghubungi ke Kaprodi (Kepala Program Studi) TKRO nya masing-masing,” paparnya.

Kustiono menyebutkan bahwa, untuk siswa Fachrun Nur Rosyid sewaktu-waktu bisa langsung kerja, meski belum lulus sekolah. Misalkan, paginya sekolah, kemudian sore harinya pulang sekolah ke tempat perusahaan untuk kerja diperbolehkan oleh pimpinan perusahaan bengkel.

“Jadi, pihak perusahaan bengkel yang menilai anak didik kami dan diterima kerja pada industri tepatnya di Jalan Penjaringan Sari, atau kantor pusatnya Jalan Kedung Asem Surabaya,” jelasnya.

Intinya, tambah Kustiono, kelebihan siswa SMK PGRI 1 Surabaya mengunggulkan kompetensi, menerapkan karakter berbudi luhur bagus, dan skill maksimal.

“Siswa kami magang pada perusahaan sekitar 6 bulan, bahkan kita berharap, mudah-mudahan adik kelas nantinya dapat mencontoh kakak kelas yang telah diterima kerja meski belum lulus sekolah,” tuturnya. (Ynt/Mnf/*)

Sumber : https://faktaindonesia.co.id/